Prakata Wakil Ketua III

Prakata

Wakil Ketua III BIdang Kemahasiswaan dan Public Relation / Tomi Mulyana, SH., MH

 

Hard Skill & Soft Skill Mahasiswa

Hard skill adalah keahlian utama yang dibutuhkan dalam suatu pekerjaan lebih tepatnya ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya  sedangkan Soft skill adalah kemampuan seseorang dalam mengatur dirinya sendiri dan kemampuan berhubungan dengan orang lain. Banyak perusahaan mencantumkan persyaratan hard skill pada iklan lowongan kerja begitu pun juga dengan soft skill. Namun biasanya banyak perusahaan yang tidak mencantumkan persyaratan soft skill pada iklan lowongan kerja kecuali untuk pekerjaan yang terkait berhubungan dengan masyarakat. Kenapa hard skill selalu di prioritaskan perusahaan dalam iklan lowongan kerja? Karena perusahaan lebih membutuhkan calon karyawan yang benar-benar memiliki hard skill yang baik untuk di tempatkan di posisi yang kosong.

Sumber : https://persmaporos.com

There are only two things that can be lightening the world. The sun light in the sky and the press in the earth. (Mark Twain)

Sebenarnya kalau kita resapi ungkapan Mark Twain diatas, tidaklah berlebihan adanya. Bahwa hanya ada dua hal yang bisa membuat terang bumi ini, yakni sinar matahari dilangit dan pers yang tumbuh berkembang di bumi ini. Pers sendiri memang tidak bisa dipisahkan kaitannya dengan macam ragam informasi yang dibutuhkan oleh manusia dalam menjalani peradabannya. Mulai dari persoalan corak warna hidup sampai hal yang detail sekalipun tentang sebuah eksistensi kehidupan.

Sejarah Gerakan Mahasiswa Indonesia (wikipedia)

1908 : Boedi Oetomo, adalah suatu wadah perjuangan yang pertama kali memiliki struktur pengorganisasian modern. Didirikan di Jakarta, 20 Mei 1908 oleh pemuda-pelajar-mahasiswa dari lembaga pendidikan STOVIA, wadah ini merupakan refleksi sikap kritis dan keresahan intelektual terlepas dari primordialisme Jawa yang ditampilkannya. Pada konggres yang pertama di Yogyakarta, tanggal 5 Oktober 1908 menetapkan tujuan perkumpulan: Kemajuan yang selaras buat negeri dan bangsa, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan dagang, teknik dan industri, serta kebudayaan. Dalam 5 tahun permulaan Budi Oetomo sebagai perkumpulan, tempat keinginan-keinginan bergerak maju dapat dikeluarkan, tempat kebaktian terhadap bangsa dinyatakan, mempunyai kedudukan monopoli dan oleh karena itu BU maju pesat, tercatat akhir tahun 1909 telah mempunyai 40 cabang dengan lk.10.000 anggota.